Jumat, 10 April 2009

RPP PENJAS


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)



SMP/MTs : ........................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : VII (Tujuh )/1 (satu)
Alokasi Waktu : 3x 2 x 40 menit (3 x pertemuan )
A. Standar Kompetensi : Mempraktikan berbagai teknik dasar permainan dan olahraga, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
B. Kompetensi Dasar : Mempraktikan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar dengan baik, dan nilai kerja sama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan bersedia berbagi tempat dan peralatan **)
C. Tujuan Pembelajaran

Pertemuan I :

Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat :
1. mengumpan bola dengan kaki bagian dalam , dengan benar
2. mengumpan bola dengan kaki bagian luar , dengan benar
3. menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki dengan benar
4. menjelaskan pengertian teknik menendang bola, menahan dengan kaki bagian dalam dan luar, dengan benar
5. memperaktikkan kerjasma dan toleransi dalam permainan sepak bola dengan peraturan yang dimodifikasi

Pertemuan II :

Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat :
1. menggiring bola dengan kaki bagian dalam dengan benar
2. menggiring bola dengan kaki bagian luar dengan benar
3. menahan bola dengan telapak kaki, dengan benar
4. membedakan perbedaan menggiring dan mengumpan bola dengan benar
5. memperaktikkan kerjasma dan toleransi dalam permainan sepak bola dengan peraturan yang dimodifikasi

Pertemuan III :
Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat :
1. mengumpan bola dengan punggung kaki , dengan benar
2. menggiring bola dengan punggung kaki, dengan benar
3. menjelaskan perbedaan antara menggiring bola dengan kaki bagiaan dalam dan punggung kaki, dengan benar
4. memperaktikkan kerjasma dan toleransi dalam permainan sepak bola dengan peraturan yang dimodifikasi




D. Materi Pembelajaran : Permainan sepakbola

1. Teknik Dasar Menendang Bola
· Menendang bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya :
- Diawali dengan sikap berdiri menghadap arah gerakan
-
Letakkan kaki tumpu di samping bola dengan sikap lutut agak tertekuk dan bahu menghadap gerakan
- Sikap kedua lengan di samping badan agak terentang
- Pergelangan kaki yang akan digunakan menendang diputar ke luar dan dikunci
- Pandangan terpusat pada bola
- Tarik kaki yang akan digunakan menendang ke belakang lalu ayun ke depan ke arah bola
- Perkenaan kaki pada bola tepat pada tengah-tengah bola
- Pindahkan berat badan ke depan mengikuti arah gerakan

· Menendang bola dengan kaki bagian luar
Cara melakukannya :
- Diawali dengan sikap berdiri menghadap arah gerakan bola
- Letakkan kaki tumpu di samping bola
- Sikap kedua lengan di samping badan agak terentang
-
Pergelangan kaki yang akan digunakan menendang diputar ke dalam dan dikunci
- Pandangan terpusat pada bola
- Tarik kaki yang akan digunakan menendang ke belakang, lalu ayunkan ke depan ke arah bola bersamaan kaki diputar ke arah dalam
- Perkenaan kaki pada bola tepat pada tengah-tengah bola
- Pindahkan berat badan ke depan
· Menendang bola dengan punggung kaki
- Cara melakukannya :
- Diawali dengan sikap berdiri menghadap arah gerakan bola
- Letakkan kaki tumpu di samping bola dengan sikap lutut agak tertekuk
-
Sikap kedua lengan di samping badan agak terentang
- Pergelangan kaki yang akan digunakan menendang ditekuk ke bawah dan dikunci
- Pandangan terpusat pada bola
- Tarik kaki yang akan digunakan menendang ke belakang, lalu ayunkan ke depan ke arah bola
- Perkenaan kaki pada bola tepat pada tengah-tengah bola
- Pindahkan berat badan ke dpean mengikuti arah bola

2. Teknik Dasar Menghentikan Bola
· Menghentikan bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukannya :
- Diawali dengan sikap menghadap arah datangnnya bola dan pusatkan pandangan ke arah gerakan bola
- Putar pergelangan kaki yang akan digunakan menahan bola ke arah luar dan dikunci
- Julurkan kaki yang akan digunakan menahan bola ke arah datangnya bola
- Tarik kembali ke belakang mengikuti arah gerakan bola saat bola mengenai kaki bagian dalam, hingga gerak bola tertahan dan berhenti di depan badan
· Menghentikan bola dengan telapak kaki
Cara melakukannya :
- Diawali dengan sikap menghadap arah datangnnya bola dan pusatkan pandangan ke arah datangnya bola
- Sikap kedua lengan di samping badan
- Sikap badan agak condong ke depan
- Pada saat bola datang sambut dengan telapak kaki menghadap ke dpean, pergelangan kaki dikunci, hingga posisi tumit ada di bawah
- Akhir gerakan, posisi kaki terangkat dari tanah dengan lutut agak tertekuk dan gerak bola tertahan oleh telapak kaki, sedangkan tumpuan berat badan pada kaki yang lainnya.

· Menghentikan bola dengan punggung kaki
Cara melakukannya :
- Diawali dengan sikap berdiri menghadap arah datangnya bola dan pusatkan pandangna ke arah datangnya bola
- Tarik pergelangan kaki ke bawah dan kunci
- Julurkan kaki yang digunakan menahan bola ke arah datangnya bola dengan lutut agak tertekuk
- Tarik kembali kaki belakang mengikuti arah gerakan bola saat bola menyentuh punggung kaki, hingga gerak bola tertahan dan berhenti di depan badan

3. Teknik Dasar Menggiring Bola
· Menggiring bola dengan kaki bagian dalam
Cara melakukan :
- Diawali sikap berdiri menghadap arah gerakan, pandangnake depan
- Sikap kedua lengan di samping badan agak terentang
- Pergelangan kaki diputar ke luar dan dikunci
- Dorong bola dengan kaki bagian dalam ke arah depan dengan posisi kaki agak dibawa ke depan
-
Tumpuan berat badan berada pada kaki yang tidak digunakan menggiring bola

· Menggiring bola dengan kaki bagian luar
Cara melakukan :
- Diawali sikap berdiri menghadap arah gerakan, pandangan ke dpean
- Sikap kedua lengan di samping badan agak terentang
- Pergelangan kaki diputar ke dalam dan dikunci
- Dorong bola dengan kaki bagian luar ke arah depan dengan posisi kaki agak terangkat dari tanah
- Tumpuan berat badan berada pada kaki yang tidak digunakan menggiring bola

E. Metode Pembelajaran

- Demonstrasi
- Inclusive (cakupan)
- Part and whole (bagian dan keseluruhan)
- Resiprocal (timbal-balik)

F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan 1

Langkah I : Pendahuluan (15 menit)

· Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
· Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran, diantaranya :
§ Menendang, mengumpan, dan menahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar secara berpasangan dan kelompok
§ Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok



Langkah II : Inti pembelajaran (50 menit)

a. Cara I
Menendang dan menghentikan bola berpasangan di tempat, dilanjutkan dengan gerak maju-mundur sambil berjalan, berlari dan menyamping

b.
Cara II
Menendang dan menghentikan bola yang dilakukan tiga orang. Satu pemain di tempatkan di tengah-tengah, dua pemain lainnya melakukan operan bola sambil bergerak menyamping, ke kanan dan kiri

c. Cara III
Menendang dan menahan bola sambil bergerak ke kanan dan kiri, dilakukan secara berpasangan


d. Cara IV
Menendang dan menahan bola dalam keadaan bergerak bebas (koordinasi gerakan) dilakukan dalam bentuk kelompok. Satu kelompok berjumlah 3 – 6 orang dan 2 orang dijadikan sebagai penghalang

e. Cara V
Bermain 3 lawan 3
· Jumlah pemain 6 orang (untuk dua tim), masing-masing pemain untuk satu tim
· Pada garis lapangan dipasang gawang selebar 2 meter
· Awal permainan dilakukan di tengah lapangan
· Lapangan yang dapat digunakan berupa lapangan voli, basket atau takraw/bulu tangkis
· Peraturan permainan:
o Menendang dan menghentikan bola hanya dengan kaki bagian dalam
o Sentuhan bola 2 atau 3 kali kemudian ditendang ke teman
o Bagi pemain yang bertahan hanya diperkenankan untuk menghadang gerak lawan.











Langkah III : Penutup pembelajaran (15 menit)

- Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan bubar

2. Pertemuan II
Langkah I : Pendahuluan (15 menit)

· Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
· Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran, diantaranya :
o Menendang, mengumpan, dan menahan, menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar secara berpasangan dan kelompok
o Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok

Langkah II : Inti pembelajaran (50 menit)

a. Cara I
· Mengiring bola berpasangan dan berhadapan dengan jarak ± 3 – 6m.
· Pada saat mendekati lawan dengan jarak 1 meter, bola dioper ke arah teman pasangannya dengan kaki bagian dalam dan bagi penerima bola harus menahan dengan kaki bagian dalam.


b. Cara II
· Menggiring bola dengan lari berantai memutar bendera dalam bentuk kelompok dengan jarak 6-8 meter.
· Setelah memutar bendera bola dioper ke arah teman berikutnya dengan kaki bagian dalam dan bagi penerima bola harus menahan dengan kaki bagian dalam.

c. Cara III
Menggiring bola mengikuti gerakan teman yang ada di depan.




d.
Cara IV
Lomba menggiring bola melewati bendera yang dipasang zig-zag.


e. Cara V
Lomba menggiring bola yang diletakkan di tengah lapangan, dengan jumlah bola lebih sedikit dari pemain. Bagi pemain yang tidak dapat bola harus berusaha merebut dari pemain yang dapat bola (bola digiring ke tempat awal berdiri)

f. Cara VI
Bermain sepak bola bidang ganda (3 lawan 2)
· Jumlah pemain 12 orang (untuk dua tim) masing-masing 6 pemain untuk satu tim
· Pada garis lapangan dipasang gawang atau tiang bendera kecil
· Lapangan yang dapat digunakan adalah lapangan basket atau voli yang memiliki garis tengah
· Peraturan permainan :
o Pemain di masing-masing blok lapangan tidak boleh melewati garis tengah lapangan
o Pemain diperkenankan 3- 4 kali sentuhan langsung dioper ke teman
o Bagi pemain yang bertahan hanya diperkenankan untuk menghadang gerak lawan.








Langkah III : Penutup pembelajaran (15 menit)

- Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan bubar



3. Pertemuan III

Langkah I : Pendahuluan (15 menit)

· Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
· Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran, diantaranya :
o Menendang, mengumpan, menahan, menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta punggung kaki secara berpasangan dan kelompok
o Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi secara berkelompok

Langkah II : Inti pembelajaran (50 menit)

a. Cara I
Menendang/mengumpan bola dengan menggunakan kaki bagian dalam, luar dan punggung kaki dengan arah bola datar dan melambung.
Cara melakukan:
· Bola dipantulkan dan dilambung oleh teman.
· Latihan ini dilakukan secara berpasangan/berkelompok.
· Latihan ini dilakukan di tempat.









b. Cara II
Menendang/mengumpan bola dengan menggunakan kaki bagian
dalam, luar, dan punggung kaki dengan arah bola datar dan
melambung.
Cara melakukan:
· Bola dipantulkan dan dilambung oleh teman (secara berpasangan/kelompok).
· Latihan ini dilakukan secara bergerak maju, mundur dan menyamping.












c. Cara III
Menendang/mengumpan dengan menggunakan kaki bagian dalam, luar, dan punggung kaki secara langsung dengan arah bola datar melambung dan melengkung.
Cara melakukan:
· Bola dipantulkan dan dilambungkan oleh teman.
· Dilakukan secara berpasangan/kelompok.
· Dilakukan di tempat dan dilanjutkan dengan bergerak ke kanan dan ke kiri.









d. Cara IV
Menendang/mengumpan bola menggunakan kaki bagian dalam, luar, dan punggung kaki secara langsung dengan arah bola datar, melambung dan melengkung melewati tengah gawang atau atas gawang.
Cara melakukan:
· Dilakukan secara berpasangan atau kelompok.
· Dilakukan di tempat dan dilanjutkan bergerak ke kanan dan ke kiri.

e. Cara V
Menghentikan bola dengan menggunakan kaki bagian dalam, luar, pung­gung dan telapak kaki dengan arah bola datar dan melambung.
Cara melakukan:
· Bola dipantul, digulir, dan dilambung.
· Latihan ini dilakukan secara berpasangan/berkelompok.
· Latihan ini dilakukan di tempat.








f. Cara VI
· Menghentikan bola dengan menggunakan kaki bagian dalam, luar, punggung dan telapak kaki dengan arah bola datar dan melambung.
· Bola dipantul, digulirkan, dan dilambung.
· Latihan ini dilakukan secara berpasangan/berkelompok.
· Latihan ini dilakukan dengan bergerak maju, mundur dilanjutkan menyamping.






g. Cara VII
Menghentikan bola dengan menggunakan kaki bagian dalam, luar, punggung dan telapak kaki dengan arah bola datar dan melambung.
Cara melakukan:
· Bola ditendang/dioper secara bergantian.
· Dilakukan secara berpasangan/berkelompok.
· Latihan ini dilakukan di tempat, dilanjutkan dengan
· bergerak maju, mundur, dan menyamping.

h. Cara VIII
Permainan mengumpan pada empat bidang dengan cara sebagai berikut.
· Tempatkan tiga orang pemain pada setiap bidang.
F Tim A, 3 pemain pada bidang 1
F Tim B, 3 pemain pada bidang 2
F Tim C, 3 pemain pada bidang 3
F Tim D, 3 pemain pada bidang 4
· Setiap tim berusaha menendang/mengumpan bola pada teman satu tim dan lawan tim berusaha untuk menghadangnya.
· Setiap tim diberi satu bola (membawa bola).
· Setiap tim tidak boleh ke luar dari bidangnya masing-masing.
· Tim mendapat satu poin bila umpan bolanya lolos ke rekannya di bidang lain.
· Tim dianggap menang bila memperoleh poin terbanyak.
· Permainan dilakukan 10—15 menit.
· Pemain diperkenankan menggunakan teknik yang telah dipelajari, namun bola yang dioper/tendang tidak boleh melambung









Langkah III : Penutup pembelajaran (15 menit)

- Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan bubar

G. Sumber Belajar

- Ruang terbuka yang datar dan aman
- Bola
- Gawang
- Tiang bendera
- Buku teks
- Buku referensi
- Pluit




H. Penilaian

Indikator
Teknik penilaian
Bentuk instrumen
Instrumen

Mengumpan, menggiring dan manahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak kaki

Tes praktik
(Kinerja)





Tes tertulis




observasi

Tes njuk kerja




Pilihan ganda/uraian singkat


Lembar observasi

Lakukan teknik dasar mengumpan, menggiring dan manahan bola menggunakan kaki bagian dalam dan luar serta menahan dengan telapak


Perbedaan menggiring dan mengumpan bola adalah ...



Melakukan kerja sama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman dan keberanian



1. Teknik penilaian:
- Tes uji kerja (psikomotor):
Lakukan teknik dasar menendang, mengumpan, menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam, luar dan punggung, serta menahan bola dengan menggunakan telapak kaki

Keterangan:
Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = ----------------------------------------- X 50
Jumlah skor maksimal


- Tes observasi sikap (afeksi):
Mainkan permainan sepakbola dengan peraturan yang telah dimodifikasi. Taati aturan permainan, kerjasama dengan teman satu tim dan tunjukkan perilaku sportif.

Keterangan:
Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = ----------------------------------------- X 30
Jumlah skor maksimal

- Tes tertulis (kognisi):

Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep gerak dalam permainan sepakbola

Keterangan:
Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = ----------------------------------------- X 20
Jumlah skor maksimal

- Nilai akhir yang diperoleh siswa =



Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis
























2. Rubrik Penilaian

RUBRIK PENILAIAN
UJI KERJA TEKNIK DASAR PERMAINAN SEPAKBOLA

Aspek Yang Dinilai
Kualitas Gerak
1
2
3
4

1. Sumber gerakan menendang/mengumpan dari pangkal paha, bentuk gerakan mengayun kaki ke depan arah bola
2. Menendang/mengumpan menggunakan kaki bagian dalam, posisi pergelangan kaki diputar ke luar
3. Menendang/mengumpan menggunakan kaki bagian luar, posisi pergelangan kaki diputar ke dalam
4. Menendang/mengumpan menggunakan punggung kaki, posisi pergelangan kaki ditekuk ke bawah
5. Bentuk gerakan kaki menahan bola mengikuti arah gerakan bola
6. Menahan bola menggunakan dalam kaki, posisi pergelangan kaki diputar ke luar
7. Menahan bola menggunakan luar kaki posisi kaki diputar ke dalam
8. Menahan bola menggunakan punggung kaki, posisi pergelangan kaki ditekuk ke bawah
9. Menggiring bola menggunakan kaki bagian dalam, pergelangan kaki diputar ke luar
10. Menggiring bola menggunakan kaki bagian luar, pergelangan kaki diputar ke dalam
11. Menggiring bola menggunakan punggung kaki, pergelangan kaki diputar ke bawah





JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 44












RUBRIK PENILAIAN
LEMBAR OBSERVASI PERILAKU DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA

PERILAKU YANG DIHARAPKAN
CEK (√ )
1. Bekerja sama dengan teman satu tim

2. Berani menembus pertahanan lawan

3. Toleransi

4. Percaya diri

5. Menghargai lawan

6. Bersedia berbagi tempat dan peralatan

JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 6



RUBRIK PENILAIAN
PEMAHAMAN KONSEP GERAK DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA

Pertanyaan yang diajukan
Kualitas Jawaban
1
2
3
4

1. Bagaimana posisi pergelangan kaki kamu saat menendang dengan kaki bagian dalam?
2. Di mana perkenaan bola yang benar pada kaki, saat melakukan tendangan dengan kaki bagian luar?
3. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat menendang?




JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12


MENGETAHUI, GURU MATA PELAJARAN
KEPALA SEKOLAH


............................................ ...............................................


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


SMP/MTs : .......................................................................
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Kelas/Semester : VII (Tujuh )/1 (satu)
Alokasi Waktu : 2 x 2 x 40 menit (2 x pertemuan )

A. Standar Kompetensi : Melakukan latihan kebugaran jasmani berdasarkan prinsip latihan, memiliki pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya

B. Kompetensi Dasar : Melakukan jenis latihan kebugaran jasmani berdasarkan prinsip latihan kekuatan, daya tahan otot, daya tahan jantung, dan paru-paru, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab

C. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat melakukan latihan untuk kekuatan dan daya tahan otot kaki dengan benar
2. Siswa dapat melakukan latihan kekuatan dan daya tahan lengan, bahu dan dada dengan benar
3. Siswa dapat mengetahui bentuk-bentuk latihan untuk pengembangan kebugaran jasmnai, dengan benar

D. Materi Pembelajaran
· Latihan kekuatan otot kaki dan lengan
· Latihan dayatahan otot kaki dan lengan
· Latihan dayatahan jantung dan paru-paru

E. Metode Pembelajaran
- Inclusive (cakupan)
- Belajar tuntas
- Resiprocal (timbal-balik)

F. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan 1

Langkah I : Pendahuluan (15 menit)
- Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
- Pemberian motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran :
o Konsep kesegaran jasmani
o Komponen kebugaran jasmani
o Bentuk latihan pengembangan kekuatan otot kaki, lengan, bahu, dada


Langkah II : Inti pembelajaran (50 menit)

Pengembangan Bahan Ajar dan Pengorganisasian Kelas Bentuk Latihan Kekuatan otot Kaki Lengan, Bahu, dan Dada
Cara I
Lomba lari dengan menggunakan satu kaki dalam bentuk kelompok berbanjar
· Salah satu kaki dilipat ke belakang dan dipegang oleh teman dibelakangnya. Dengan demikian, berlari dengan hanya bertumpu pada satu kaki.
· Lakukan lari ke depan menggunakan satu kaki menempuh jarak lebar lapangan basket/voli
· Gunakan kaki kanan dan kaki kiri sebagai kaki tumpu
· Regu yang kalah adalah regu yang paling lambat datang pada garis finish dan yang pegangan kakinya terlepas



b. Cara II
Naik turun bangku dan dilanjutkan dengan gerak lompat dua kaki (dilakukan sesuai dengan kemampuan siswa)



Cara III
Lomba jalan sambil jonkok melebar lapangan basket/voli


Car a IV
Latihan squat jump, yaitu gerak melompat ke atas sehingga kedua kaki lurus dan saat turun kedua lutut agak ditekuk dengan posisi pinggul hanya sedikit diturunkan. Latihan ini dilakukan sebanyak 4 kali, 5 kali – 10 kali gerakan dan seterusnya sesuai dengan kemampuan siswa.

Cara V
Mendorong bola basket dari depan dada dengan kedua lengan dari sikap berdiri berpasangan dan berhadapan dengan jarak 4-5 meter dan dilanjutkan dengan menambah jarak.

Cara VI
Mendorong kedua lengan dari sikap telungkup, hingga dada turun naik dan saat lengan mendorong terangkat dari lantai kedua lengan lurus, sedangkan kedua paha dan kaki tetap menempel lantai. Latihan ini dilakukan sesuai dengan kemampuan siswa.

Cara VII
Bermain bola dengan berjalan seperti kepiting.












Cara VIII
Latihan kekuatan dengan menggunakan sirkuit trainning, menekankan pada kekuatan otot kaki, dengan cara sebagai berikut :
· Pada pos I, peserta didik melakukan gerak mengoper bola dari dada berpasangan 10 x gerakan (putaran I), dan putaran II, 15 x gerakan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos II, peserta didik melakukan gerak turun naik bangku 15 x gerakan (putaran I), dan putaran II, 20 x gerakan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos III, peserta didik melakukan tumpuan dengan lengan berpasangan dengan kedua kaki diangkat teman 10 x hitungan (putaran I), dan putaran II, 15 x hitungan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos IV, peserta didik melakukan lompat bangku 15 x hitungan (putaran I), dan putaran II, 20 x hitungan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos V, peserta didik melakukan gerakan push-up 8 x hitungan (putaran I), dan putaran II, 10 x hitungan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Istirahat untuk melakukan putaran II, 45 detik

Kekuatan otot lengan, bahu dan dada
Kekuatan otot kaki
Kekuatan otot lengan, bahu dan dada

Kekuatan otot kaki

Kekuatan otot lengan, bahu dan dada






















Langkah III : Penutup pembelajaran (15 menit)

- Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan bubar

2. Pertemuan II

Langkah I : Pendahuluan (15 menit)
- Berbaris, berdoa, presensi, apersepsi dan pemanasan
- Pemberian motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran :
o Konsep kesegaran jasmani
o Komponen kebugaran jasmani
o Bentuk latihan pengembangan kekuatan otot kaki, lengan, bahu, dada

Langkah II : Inti pembelajaran (50 menit)

Pengembangan Bahan Ajar dan Pengorganisasian Kelas Bentuk Latihan Kekuatan Lengan, Bahu, dan Dada
a. Cara I
Mendorong bola basket dari depan dada dengan kedua lengan dari sikap berdiri berpasangan dan berhadapan dengan jarak 4-5 meter dan dilanjutkan dengan menambah jarak.

b. Cara II
Mendorong kedua lengan dari sikap telungkup, hingga dada turun naik dan saat lengan mendorong terangkat dari lantai kedua lengan lurus, sedangkan kedua paha dan kaki tetap menempel lantai. Latihan ini dilakukan sesuai dengan kemampuan siswa.

c. Cara III
Bermain bola dengan berjalan seperti kepiting.







d. Cara IV

Meluruskan kedua lengan saat kedua kaki diangkat teman. Latihan ini dilakukan di tempat dan dilanjutkan sambil bergerak maju (bila sudah merasa kuat/mampu).






e. Cara V
Melakukan gerakan push-up, diawali dengan jumlah yang sedikit dan dilanjutkan dengan jumlah yang sedikit demi sedikit ditingkatkan.


f. Cara VI

Latihan kekuatan dengan menggunakan sirkuit trainning, menekankan pada kekuatan otot lengan, dengan cara sebagai berikut :
· Pada pos I, peserta didik melakukan gerak mengoper bola dari dada berpasangan 15 x gerakan (putaran I), dan putaran II, 20 x gerakan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos II, peserta didik melakukan gerak turun naik bangku 15 x gerakan (putaran I), dan putaran II, 20 x gerakan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos III, peserta didik melakukan tumpuan dengan lengan berpasangan dengan kedua kaki diangkat teman 15 x hitungan (putaran I), dan putaran II, 20 x hitungan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos IV, peserta didik melakukan lompat bangku 15 x hitungan (putaran I), dan putaran II, 20 x hitungan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Pada pos V, peserta didik melakukan gerakan push-up 10 x hitungan (putaran I), dan putaran II, 12 x hitungan, istirahat 30 detik setelah melakukan gerakan
· Istirahat untuk melakukan putaran II, 45 detik




Kekuatan otot lengan, bahu dan dada
Kekuatan otot kaki
Kekuatan otot lengan, bahu dan dada

Kekuatan otot kaki

Kekuatan otot lengan, bahu dan dada


















Langkah III : Penutup pembelajaran (15 menit)

- Pendinginan, berbaris, tugas-tugas, evaluasi proses pembelajaran, berdoa dan bubar

G. Sumber Belajar
- Tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung, datar dan aman
- Alat pencatat waktu
- Buku teks
- Buku referensi

H. Penilaian


Indikator
Teknik penilaian
Bentuk instrumen
Instrumen

Melakukan passing atas dan bawah bolavoli


Tes praktik
(Kinerja)



Tes tertulis






observasi

Tes unjuk kerja



Pilihan ganda/uraian singkat




Lembar observasi

Lakukan bentuk latihan kekuatan otot lengan dengan push-up !


Posisi kedua lengan saat naik, adalah ....
a. diluruskan dan rapat
b. ditekuk dan rapat
c. disilang dan rapat
d. diduluskan dan dibuka
selebar bahu


Melakukan kerja sama, toleransi, memecahkan masalah, menghargai teman dan keberanian





1. Teknik penilaian:
- Tes kinerja (psikomotor):
Kekuatan otot kaki dengan gerak melangkah menggunakan satu kaki yang satunya dilipat ke belakang dan dipegang teman (dilakukan berkelompok). Kekuatan otot lengan, bahu dan dada dengan gerak passing bola dari dada dilakukan secara berkelompok
Keterangan:

Penilaian, berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, dengan rincian sebagai berikut :
o Kekuatan otot kaki (berjalan satu kaki)
Skor 1, bila menempuh jarak 6 - 8 m
Skor 2, bila menempuh jarak 9 – 10 m
Skor 3, bila menempuh jarak 11- 13 m
Skor 4, bila menempuh jarak 14 – 16 m
o Kekuatan otot lengan, bahu dan dada(berjalan dengan lengan)
Skor 1, bila passing menempuh jarak 6 - 8 m
Skor 2, bila passing menempuh jarak 9 – 10 m
Skor 3, bila passing menempuh jarak 11- 13 m
Skor 4, bila passing menempuh jarak 14 – 16 m

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = ----------------------------------------- X 50
Jumlah skor maksimal

- Tes observasi sikap (afeksi):
Melakukan aktivitas dan pengukuran kebugaran jasmani sesuai dengan aturan yang berlaku, dan melakukan dengan sungguh-sunguh.







Keterangan:
Berikan tanda cek ( √ ) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta ujian menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang di cek ( √ ) memdapat nilai 1

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = ----------------------------------------- X 30
Jumlah skor maksimal

- Tes tertulis (kognisi):
Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep dan komponen kebugaran jasmani

Keterangan:
Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban peserta ujian, dengan rentang nilai antara 1 sampai dengan 4

Jumlah skor yang diperoleh
Nilai = ----------------------------------------- X 20
Jumlah skor maksimal


- Nilai akhir yang diperoleh siswa =


Nilai tes unjuk kerja + nilai observasi + nilai kuis


RUBRIK PENILAIAN
UJI KERJA MELAKUKAN BENTUK LATIHAN KEBUGARAN JASMANI
Aspek Yang Dinilai
Kualitas Gerak
1
2
3
4
Kekuatan otot kaki dengan gerak melangkah menggunakan satu kaki yang satunya dilipat ke belakang dan dipegang teman (dilakukan berkelompok)
1. Bergerak maju hingga mencapai jarak yang telah ditentukan
Kekuatan otot lengan, bahu dan dada dengan gerak passing bola dari dada dilakukan secara berkelompok
2. Bola didorong ke depan lurus oleh kedua lengan mencapai jarak yang telah ditentukan/ teman





JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 8


2. Rubrik Penilaian

RUBRIK PENILAIAN
LEMBAR OBSERVASI PERILAKU AKTIVITAS KEBUGARAN JASMANI

PERILAKU YANG DIHARAPKAN
CEK (√ )
1. Disiplin

2. Tanggung jawab

JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 2


RUBRIK PENILAIAN
PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI

Pertanyaan yang diajukan
Kualitas Jawaban
1
2
3
4

1. Sebutkan 4 komponen kebugaran jasmani?

2. Bagaimana cara melakukan latihan untuk kekuatan otot kaki?

3. Bagaimana posisi badan yang benar pada saat melakukan push up?





JUMLAH

JUMLAH SKOR MAKSIMAL: 12



MENGETAHUI, GURU MATA PELAJARAN
KEPALA SEKOLAH




............................................ ...............................................





















Jumat, 23 Januari 2009

MODEL PEMBELAJARAN PENJASORKES

1. KOMANDO: Semua aktivitas pembelajaran, keterlaksanaannya tergantung pada guru; kreativitas siswa tidak berkembang
2. TUGAS: Guru memberikan tugas, siswa menentukan sendiri kecepatan dan kemajuan belajarnya

3. TIMBAL BALIK / RECIPROCAL: Guru memberikan tugas kepada siswa secara berpasangan; 1 siswa berperan sebagai pelaku (tidak boleh berinteraksi langsung dengan guru tapi boleh berinteraksi dengan pasangannya), yang lain berperan sebagai pengamat yang bertugas memberikan umpan balik terhadap tugas gerak yang dilaksanakan pasangannya berdasarkan rambu-rambu yang diberikan oleh guru. Pengamat dapat berinteraksi dengan guru

4. INKLUSI/CAKUPAN: Tiap siswa diberi tugas dan belajar sesuai dg tingkat kemampuannya. Penggunaan gaya ini memerlukan kelengkapan sarana prasarana (model ini bisa dikembangkan menjadi belajar tuntas)
5. KONSEP DIRI: Guru memberi tugas secara individu dengan cara memberikan langkah-langkah kerja sehingga siswa bisa melakukannya secara mandiri

6. PEMECAHAN MASALAH: Tugas ajar disajikan dalam bentuk permasalahan yg harus dipecahkan oleh siswa. Tugas dpt dikerjakan secara individu maupun kelompok. Yang perlu diingat ada kemungkinan muncul lebih dari 1 “jawaban gerak” yang benar
7. EKSPLORASI TERBATAS: Guru menyiapkan materi dan petunjuk umum, siswa menentukan sendiri respons yang sesuai. Cocok utk pengayaan gerak

8. DISKOVERI TERTUNTUN: Merupakan bentuk lain dari eksplorasi terbatas. Pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa, dilakukan dengan tuntunan guru
9. EKSPLORASI TAK TERBATAS: Guru merancang tugas dan menyediakan alat; siswa diberi kebebasan penuh utk menjelajah tanpa batas dan tanpa intervensi guru, kecuali bila berkaitan dengan faktor keselamatan atau cara menggunakan peralatan dengan benar.


PENGGUNAAN ALAT, WAKTU & RUANG

Alat, waktu dan ruang (space) merupakan sumber daya yang sangat penting untuk mendukung pelaksanaan dan kualitas proses belajar mengajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

Keterbatasan jumlah alat dan ketiadaan dana utk memenuhi kebutuhan peralatan merupakan permasalahan klasik dlm pbm penjasorkes di indonesia
Hal yg sering dilupakan adalah sebenarnya tidak ada ketentuan bahwa dlm pbm penjasorkes harus digunakan peralatan standar seperti dalam permainan/ pertandingan cabang olahraga

Keterbatasan waktu utk pbm pendidika jasmani, olahraga dan kesehatan juga merupakan masalah klasik. Dengan hanya 2 jam per minggu, apa yang bisa dilakukan dan diperoleh oleh para siswa?
Kuncinya terletak pada pengelolaan waktu; kapan harus mulai bergerak, kapan harus berhenti. Adakalanya guru terlalu “birokratis” sehingga banyak waktu yang terbuang

Prasyarat utama adalah tersedianya ruang (space) yang lapang dan aman
Guru harus mampu mengelola ruang agar efektif dan efisien utk pbm
Yg sering terjadi, bila ruang yang tersedia cukup luas, guru lupa memberi batas, shg ada saat ia tidak mampu mengawasi seluruh aktivitas siswa
Sebaliknya, bila ruang terlalu sempit utk seluruh siswa, guru juga sering lupa mengatur aktivitas sedemikian rupa hingga seluruh ruang dapat dimanfaatkan secara maksimal; siswa tidak berdesak-desakan hanya pada titik tertentu.

Pembelajaran Behaviorristik vs Konstruktivistik

Masalah belajar dan pembelajaran dewasa ini nampak sekali bertumpuh pada paradigma keteraturan sebagai lawan dari paradigma kesemrawutan. belajar dan pembelajaran, di Perguruan tinggi, nampak sekali didesain dengan menggunakan pendekatan keteraturan. sutau pendekatan yang hingga kini diyakini sangat sahih oleh dosen. kajian ini mencoba melakukan pembedahan landasan konseptual dan teoritik paradigma keteraturan sekaligus dibandingkan dengan paradigma alternatifnya, yaitu kesemrautan. ini sangat urgen dilakukan dalam upaya untuk mencari pendekatan pemecahan maslah belajar dan pembelajaran yang lebih cocok di era yang telah berubah.persolan-persoalan dan preskripsi pemecahannya juga dicoba untuk dideskripsikan meskipun masih terbatas pada tataran konsep, prosedur, dan prinsip. artinya, belum menyentuh tataran operasional.
Bagian awal dari kajian mencoba membuat perbandingan teori dan konsep yang melandasi paradigma keteraturan dan kesemrawutan untuk memecahkan masalah-maslah belajar dan pembelajaran. Paradigma keterturan dilandasi oleh teori dan konsep behavioristik, sedangkan paradigma kesemrawutan dilandasi oleh teori dan konsep konstruktivistik (Brooks dan Brooks, 1993; Marzano, Pickering, dan McTighe, 1993). Kajian ini mencoba mengungkapkan perbedaan pandangan kedua teori ini mengenai belajar, pembelajaran, penataan latar belajar, tujuan dan strategi pemebelajaran, serta evaluasi pemebelajaran.
Pandangan teori behavioristik dibandingkan dengan konstruktivistik tentang belajar dan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Behavioristik :
  1. Pengetahuan adalah objektif, pasti, dan tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi.
  2. Belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar.
  3. Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. artina, apa ang dipahami oleh pengajar itulah yang harus dipahami oleh mahasiswa.
  4. Fungsi mind adalah menjiplak struktur pengetahuan melalui proses berpikir ang dapat dianalisis dan dipilah sehingga makna yang dihasilkan dari proses berpikir seperti ini ditentukan oleh karakteristik struktur pengetahuan.
Kontruktivistik :
  1. Pengetahuan adalah non-objektif temporer, selalu berubah, dan tidak menentu.
  2. Belajar adalah penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkrit, aktivitas kolaboratif, dan refleksi serta interpretasi. Mengajar adalah menata lingkungan agar mahsiswa termotivasi dalam menggali makna serta menghargai ketidak menentuan.
  3. Mahasiswa akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya, dan prespektif yang dipakai dalam menginterpretasikannya.
  4. Mind berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasi peristiwa, objek, atau prespektif yang ada dalam dunia nyata sehingga makna yang dihasilkan bersifat unik dari individualistik.

Jumat, 09 Januari 2009

Teori Belajar dan Pembelajaran

Pembelajaran dewasa ini adalah aliran behavioristik dan kognitif. Aliran behavioristik menekankan pada terbentuknya perilaku yang nampak sebagai hasil belajar, sedangkan aliran kognitif lebih menekankan pada pembentukan perilaku internal yang sangat mempengaruhi perilaku yang nampak tersebut.
Teori behavioristik dengan model hubungan Stimulus-Responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang fasif. Aliran kognitif berupaya mendeskripsikan apa yang terjadi dalam diri seseorang ketika ia belajar. teori ini lebih menaruh perhatian pada peristiwa-peristiwa internal.
Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru dengan jalan mengaitkannya dengan struktur informasi yang telah dimiliki. Belajar terjadi lebih banyak ditentukan karena adanya karsa individu. penataan kondisi bukan sebagai penyebab terjadinya belajar, tetapi sekedar memudahkan belajar.
Munculnya Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), keterampilan proses, dan penekanan pada berpikir produktif merupakan bukti bahwa teori kognitif telah menambah prkatek pembelajaran. namun operasionalisasi dari teori ini nampak tertinggal jauh jika dibandingkan dengan teori behavioristik.